Blog

Sertifikat BNSP, Fungsinya dan Mengenal Sistem Kelembagaannya

Sertifikat BNSPDi era  modern yang penuh dengan persaingan ini, banyak sekali negara-negara yang sedang gencar-gencarnya melakukan perubahan-perubahan untuk perkembangan negaranya, perkembangan tersebut termasuk juga dalam gabungan kerja sama dengan negara-negara lainnya.

Bentuk hubungan tersebut terjalin dari berbagai bidang, baik di ilmu pengetahuan, bidang politik, bidang ekonomi, dan bidang-bidang lainnya. Berbagai bentuk kerja sama tersebut bertujuan untuk mendorong pertumbuhan mobilitas sumber daya manusia, barang, dan juga jasa.

Hingga sekarang sudah banyak hubungan bentuk kerja sama yang sudah terlaksana, misalnya saja ASEAN( Association Of South East Asian Nations), AFTA (Asean Free Trade Area), ASEM (Asia-Europe Meeting), dan lain sebagainya.

Kemudian untuk pasar bebas sendiri bagi tiap-tiap negara sudah seperti menjadi ajang persaingan tanpa batas, khususnya pada bidang ekonomi. Tiap-tiap negara pastinya ingin menjadi yang paling unggul di persaingan pasar global tersebut demi eksistensi negara, pertumbuhan ekonomi di negaranya dan juga kemakmuran bangsanya.

Oleh sebab itu perkembangan-perkembangan dalam aspek ketenagakerjaan sangat erat kaitannya dengan majunya segala hal di berbagai bidang, terlebih untuk saat ini di mana semakin besar kesempatan kerja di dalam maupun di luar negeri.

Sertifikasi BNSP
Sertifikasi BNSP

Hal ini dapat kita rasakan dengan banyaknya arus tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia, begitu juga sebaliknya, banyak orang Indonesia yang bekerja di luar negeri.

Untuk dapat bersaing dan mendapatkan tenaga kerja yang berkompeten dan profesional yang sesuai seperti yang dibutuhkan di dunia usaha, maka dibutuhkan standar baku sebagai acuan efisiensi dan efektifitas pada program pendidikan serta pelatihan-pelatihan kerja yang berorientasi pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bertaraf Internasional.

Banyak upaya-upaya yang dijalankan demi memenuhi kebutuhan memajukan diri dalam dunia usaha tersebut, dengan berorientasi pada standar yang efisien dan berdaya guna, maka diperlukan SKKNI yang bisa menjamin tenaga kerja Indonesia untuk mampu memenuhi kualifikasi kompetensi kerja yang dibutuhkan dalam menjalankan pekerjaan dengan baik.

Kemudian berdasarkan Peraturan Nomor 23 tahun 2004 yang berpedoman pada UU Nomor 13 tahun 2003, maka dibentuklah Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang berperan sebagai lembaga pelaksana Uji Kompetensi dan Sertifikasi kompetensi kerja.

BNSP dibentuk sebagai lembaga penjamin kualitas kompetensi untuk perkembangan dan peningkatan daya saing di pasar nasional ataupun internasional. BNSP ada untuk mendorong perkembangan tenaga kerja berbasis kompetensi. Tenaga kerja sebelumnya harus melalui uji kompetensi, jika memenuhi kualifikasi kompetensi yang diujikan maka akan diberikan sertifikasi profesi berlisensi BNSP.

Dalam rangka untuk peningkatan dan perkembangan tenaga kerja yang berkompeten, ada tiga acuan utama yang harus dimiliki, di antaranya yaitu peningkatan standar kompetensi nasional, peningkatan dan perkembangan pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi, dan juga perkembangan kelembagaan sertifikasi kompetensi yang independen.

Dalam menjalankan tugasnya, BNSP dapat memberikan wewenang pelaksanaan uji kompetensi dan sertifikasi kompetensi ke pihak-pihak lembaga uji kompetensi atau lembaga sertifikasi profesi (LSP)  yang sebelumnya sudah melalui persyaratan dan sudah mendapatkan lisensi dari BNSP.

Apa Itu Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP)

Apa itu LSP
Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP)

Lembaga sertifikasi profesi adalah lembaga yang bersifat independen dan profesional dalam menjalankan dan meningkatkan standarisasi kompetensi kerja, melakukan verifikasi uji kompetensi yang berpegang pada ISO 117011.

LSP dapat menjalankan tugasnya dalam sertifikasi kompetensi setelah memperoleh lisensi dari BNSP. Pemberian lisensi dilakukan melalui proses akreditasi dari BNSP yang kemudian diberi pernyataan bahwa LSP yang bersangkutan sudah memenuhi syarat untuk bisa melaksanakan kegiatan sertifikasi profesi.

Lalu Apa Saja Tugas dan Wewenang LSP?

Sebagai lembaga yang melaksanakan uji kompetensi profesi, LSP memiliki tugas:

  • Meninjau ulang standar kompetensi
  • Mempersiapkan pengembangan sertifikasi
  • Mengembangkan standar kompetensi
  • Merancang materi uji kompetensi
  • Menyediakan penguji (Asesor)
  • Melaksanakan asesmen
  • Menjaga efisiensi dan efektifitas Asesor dan Tempat Ujian Kompetensi (TUK)
  • Menyiapkan kualifikasi yang mengacu pada SKKNI

Untuk wewenang LSP adalah sebagai berikut:

  • Memastikan anggaran biaya kompetensi
  • Menerbitkan sertifikasi kompetensi profesi
  • Membatalkan ataupun mencabut sertifikasi kompetensi
  • Menetapkan dan memastikan Tempat Ujian Kompetensi (TUK)
  • Menetapkan sanksi untuk Asesor atau Tempat Ujian Kompetensi (TUK) jika melakukan pelanggaran.
  • Mengusulkan standar kompetensi yang baru

Mengulas Apa Itu Sertifikasi Profesi?

Apa itu Sertifikasi BNSP
Apa itu Sertifikasi BNSP

Sertifikasi profesi adalah bukti kompetensi seseorang yang diperolehnya dari proses pembelajaran dan pelatihan. Proses tersebut memiliki tujuan untuk memperkuat kompetensi pelaku profesi supaya benar-benar sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Untuk mendapatkan sertifikasi profesi, memerlukan rangkaian proses yang perlu dilakukan, semua itu dilakukan berurutan sesuai prosedur dan menggunakan metode khusus, supaya memperoleh penilaian yang objektif, maka langkah-langkah tersebut dibutuhkan untuk memperoleh standar hasil sertifikasi.

Proses standarisasi kompetensi tersebut dirasa penting agar tiap-tiiap tenaga kerja dapat memberikan hasil kerja berkualitas yang bisa dipertanggungjawabkan. Selain itu juga supaya tenaga kerja dapat mengembangkan diri dari profesi di bidangnya tersebut.

Banyak cara yang dapat ditempuh untuk mendapatkan sertifikasi profesi, dari pemerintah juga telah membentuk Badan Sertifikasi Nasional Profesi (BNSP) YANG BERTUGASN mengembangkan mutu SDM di seluruh sektor bidang profesi di Indonesia.

Akan tetapi BNSP bukanlah saru-satunya pihak yang berhak melakukan sertifikasi profesi, akan tetapi pemberian sertifikasi profesi dapat dilakukan pula oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang sudah terakreditasi dann mendapat lisensi dari BNSP, dengan begitu LSP mampu mengeluarkan sertifikasi profesi seperti BNSP.

Apa Saja Manfaat Memiliki Sertifikasi Profesi?

Manfaat Memiliki Sertifikasi Profesi
Manfaat Memiliki Sertifikasi Profesi

Meskipun sudah tersedia bermacam-macam lembaga pendidikan, akan tetapi masih banyak orang yang enggan mencari sertifikasi profesi, padahal banyak sekali manfaat yang dapat diperoleh.

Inilah beberapa manfaat memiliki sertifikat profesi BNSP:

1. Sebagai bukti bahwa dirinya merupakan tenaga kerja yang Kompeten

Fungsi utama sertifikasi profesi yang paling mendasar yaitu berkaitan dengan jaminan kompetensi. Dengan adanya sertifikasi profesi akan menjadi bukti di depan pihak recruiter perusahaan, bahwa Anda terbukti benar-benar mempunyai keahlian dan kompetensi untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

2. Meningkatkan prospek karier tenaga kerja

Sertifikasi profesi dapat berguna untuk peningkatan karier. Tenaga kerja yang sudah mempuunyai sertifikasi profesi dipandang lebih berkompeten dalam bidang tersebut. Dirinya dapat melakukan pekerjaan dengan baik dan bahkan dinilai mampu melakukannya lebih baik dari yang lainnya.

Dengan adanya sertifikasi profesi, Anda terbukti mampu melakukan tugas pekerjaan dengan baik, bukan tidak mungkin lagi kamu dipercaya untuk menduduki tanggung jawab yang lebih besar. Bukan hanya itu saja, Bahkan kemungkinan Anda juga akan mendapat Gaji yang lebih besar karena memiliki kemampuan lebih.

3. Membuka kesempatan  yang lebih luas

Berhasil memiliki sertifikasi profesi mampu membuka kesempatan karier yang lebih besar. Biasanya sertifikasi tersebut menjadi bukti kompetensi sesuai standar tertentu, baik di level nasional maupun internasional.

Hingga akhirnya kesempatan berkarier akan semakin terbuka lebih besar, dengan bekal sertifikat profesi maka akan mampu memiliki peluang lebih besar untuk melakukan pekerjaan tidak hanya di Indonesia, namun berkesempatan juga untuk pekerjaan di berbagai negara.

4. Dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik

Dalam rangkaian proses sertifikasi profesi yang dilakukan pada sebuah lembaga, salah satunya terdiri dari tahap ujian untuk mengukur kemampuan para peserta. Itu berarti bahwa bukan hal yang aneh jika di dalam menjalani tes ujian terdapat peserta yang tidak lolos dan gagal mendapatkan sertifikat.

Dengan melalui uji sertifikasi, nantinya akan terlihat jelas kemampuan peserta tersebut. Mereka yang menjalani program ini beruntung karena keahlian mereka bertambah terasah melalui rangkaian proses tersebut. Hal ini akan sangat membantu dalam melakukan pekerjaan dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *