Blog

Perbedaan Sertifikat K3 Bnsp Dan Kemnaker

Perbedaan Sertifikat K3 Bnsp Dan Kemnaker Di dalam perundangan dalam  sertifikat tidak tercantum istilah Ahli K3 (Ahli  Keselamatan dan Kesehatan Kerja ) Kemenaker maupun Ahli K3 BNSP, dan untuk membedakan antara Ahli K3 Kerja  yang disertifikasii oleh Kemenaker dan juga Ahli K3 yang disertifikasi oleh BNSP, ada beberapa yang bisa kita temui.

Untuk Membedakan, Secara detail mengenai Ahli K3 Umum dan tidak termasuk detail pembahasan mengenai Ahli K3 spesialis (Migas, Konstruksi, Pertambangan, Kimia, Kebakaran, dst), ada 8  perbedaan sertifikasi K3 BNSP dan Kemnaker yang perlu diketahui, diantaranya:

perbedaan sertifikat k3 bnsp dan kemnaker

  1. Kelembagaan yang memberikan sertifikasi

Ahli K3 (Ahli  Keselamatan dan Kesehatan Kerja ) Kemenaker ditunjuk oleh para pejabat yang berwenang di Kemenaker yang saat ini dipegang oleh Direktur Pengawasan Norma K3, Dirjen Pembinaan dan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 ( Keselamatan dan Kesehatan Kerja ), berdasarkan pertimbangan dari tim penilai.

Sedangkan Ahli K3 (Ahli  Keselamatan dan Kesehatan Kerja ) BNSP, diberikan oleh BNSP berdasarkan penilaian atas kompetensi oleh suatu badan penilai atau assessor (Penilai)  yang ditunjuk khusus yang menerangkan bahwa seseorang telah menguasai kompetensi kerja tertentu sesuai dengan SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia).

  1. Dasar hukum

Di dalam penunjukan atau sertifikasi terdapat perbedaan dasar hukum yaitu Penunjukan Ahli K3 (Ahli  Keselamatan dan Kesehatan Kerja ) Kemenaker mengacu pada perundangan Nomor 02 tahun 1992 tentang tata cara penunjukan kewajiban dan wewenang Ahli K3 (Ahli  Keselamatan dan Kesehatan Kerja ).

Sedangkan sertifikasi Ahli K3(Ahli  Keselamatan dan Kesehatan Kerja ) BNSP mengacu pada Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Sertifikat Ahli K3 BNSP juga diakui oleh Depnaker, karena LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) K3(Ahli  Keselamatan dan Kesehatan Kerja )  telah didukung oleh Surat Resmi dari Direktur Jenderal Pembinaan dan Pengawasan Ketenagakerjaan No. B-710 tertanggal 31 Desember 2008 untuk terwujudnya sertifikasi kompetensi ahli k3 di indonesia dalam menghadapi era persaingan global.

  1. Persyaratan

Persyaratan untuk dapat ditunjuk sebagai Ahli K3 (Ahli  Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Kemnaker, berdasarkan pasal 3 Permenaker no. 2 tahun 1992 adalah:

  • Sarjana mempunyai pengalaman kerja yang sesuai dengan bidang dan keahliannya minimal 2 tahun.
  • Sarjana Muda atau Sederajat dengan pengalaman kerja sesuai dengan bidang dan keahliannya minimal 4 tahun:
  1. Berbadan sehat
  2. Memiliki akhlak yang baik dan sopan
  3. Bekerja penuh di instansi yang bersangkutan
  4. Lulus seleksi dari Tim Assessor (Penilai).

Untuk pengajuan penunjukan Ahli K3 Kemnaker, berlandaskan pada Permenaker Nomor 2 tahun 1992 pasal 4 ayat 2, secara administrasi membutuhkan:

  • Daftar riwayat hidup
  • Surat keterangan pengalaman kerja dibidang K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)
  • Surat keterangan berbadan sehat dari dokter
  • Surat keterangan pemeriksaan psikologi yang menyatakan sesuai untuk melaksanakan tugas sebagai Ahli K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)
  • Surat berkelakuan baik dari pihak Kepolisian
  • Surat keterangan pernyataan bekerja penuh dari perusahaan yang bersangkutan
  • Fotocopy ijazah atau Surat tanda tamat belajar terakhir
  • Sertifikat pendidikan khusus K3(Keselamatan dan Kesehatan Kerja), apabila yang bersangkutan memilikinya.
  • Foto 4×6, 3×2, 2×3 (masing-masing 2 lembar, latar belakang merah) dan Fotocopy KTP sebanyak 2 lembar.

Sedangkan persyaratan untuk menjadi Ahli K3 BNSP, dibagi berdasarkan 3 tingkatan, pendidikan dan pengalaman serta persyaratan administrasi.

1. Tingkat Muda

  • Sarjana K3 (S1), dan pengalaman kerja selama 6 bulan dibidang K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
  • S 1 – Teknik (non K3), dan pengalaman kerja selama 1 Tahun dibidang K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
  • S1 – Non Teknik dan juga non K3, dengan pengalaman kerja selama 1 Tahun dibidang K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
  • D3, dan pengalaman kerja selama 2 Tahun dibidang K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
  • SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas) dan pengalaman kerja selama 3 tahun di bidang K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).

2. Tingkat Madya

  • Pendidikan Sarjana K3 (S1), dan pengalaman kerja selama 2 Tahun dibidang K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
  • S 1 jurusan Teknik (non K3), dan pengalaman kerja selama 5 Tahun dibidang K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
  • S1 – Non Teknik dan juga non K3, dengan pengalaman kerja selama 7 Tahun dibidang K3
  • D3, dan pengalaman kerja selama 8 Tahun dibidang K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
  • SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas) atau SMK, 10 Tahun dibidang K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).

3. Tingkat Utama

  • Sarjana K3 (S1), dan pengalaman kerja selama 5 Tahun dibidang K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
  • S 1 jurusan Teknik dan juga (non K3), dengan pengalaman kerja selama 8 Tahun dibidang K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
  • S1 – Non Teknik dan juga non K3, dengan pengalaman kerja selama 10 Tahun dibidang K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
  • SLTA tidak diizinkan atau tidak diperbolehkan.

Untuk persyaratan administrasi Ahli K3 BNSP yang dibutuhkan adalah:

  1. Fotocopy Ijazah lulusan terakhir.
  2. Fotocopy KTP / Paspor / Kitas.
  3. Pas fotodengan ukuran 3 x 4 (2 lembar).
  4. Surat Rekomendasi dari Pimpinan / Atasan Langsung / Rekanan Kerja (Kalau ada).
  5. Sertifikat Pelatihan K3 yang pernah diikuti sebelumnya (Kalau ada).
  6. CV atau Surat Keterangan Pengalaman kerja.

4. Fungsi dan Posisi

Dijelaskan di dalam perundangan bahwa Ahli K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Kemenaker merupakan tenaga teknik berkeahlian yang khusus dari luar Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja untuk mengawasi dan ditaatinya Undang-undang Keselamatan Kerja yaitu (Permenker No. 2 Tahun 1992 Pasal 1 huruf (A)).

Ahli K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Kemnaker juga merupakan advisor (penasihat) perusahaan terkait dengan hal-hal yang berhubungan dengan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dan menempati posisi sebagai sekretaris dalam P2K3 (Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja) atau Komite K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Perusahaan.

Secara singkat Ahli K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Kemnaker adalah Ahli K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Perusahaan dan melekat secara individu dan instansi.

5. Kompetensi

Ahli K3 Kemnaker mempunyai kompetensi untuk mendapatkan dan melakukan identifikasi, evaluasi dan pengendalian masalah-masalah K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang sesuai dengan tempat kerja yang dibidanginya (fungsi advisor) dan juga keahlian lain untuk menjalankan tugasnya sebagai pengawas ditaatinya undang-undang keselamatan. Sehingga ahli K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) lebih dituntut penguasaan perundangan terkait dengan K3, organisasi K3 (P2K3) dan penulisan laporan-laporan yang sifatnya wajib.

7 kompetensi kunci yang berdasarkan Ahli K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang sesuai dengan tingkatannya, yaitu:

  1. Mengumpulkan atau menganalisis dan mengorganisasikan informasi.
  2. Mengajukan ide-ide dan mengkomunikasikan informasi.
  3. Membuat planning dan mengorganisasikan kegiatan.
  4. Menjalin kerja sama dengan orang lain dan suatu kelompok.
  5. Menggunakan gagasan secara teknis dan sistematis.
  6. Mencari penyelesaian masalah.
  7. Menggunakan kekuatan teknologi.

6. Dokumen

Ada cara yang menurut Ahli K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) kemenaker untuk mendapatkan 3 dokumen, yaitu:

  1. Sertifikat Keikutsertaan dalam Pembinaan Calon Ahli K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Umum
  2. Surat Keputusan Penunjukan (SKP) Ahli K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Umum
  3. Kartu Tanda Kewenangan Ahli K3 atauLisensi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)

Ahli K3 BNSP akan mendapatkan sebuah sertifikat kompetensi yang berisikan telah kompeten dalam unit kompetensi tertentu di bidang K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).

7. Masa pelatihan

Ahli K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Kemenaker selama 12 hari kerja, sedangkan Ahli K3 BNSP selama 4 hari kerja untuk masing-masing tingkatan dan hari pelatihan ini sudah termasuk dalam ujian kompetensi).

8. Masa Berlaku dan Perpanjangan Sertifikat

Masa berlaku pada kedua sertifikasi itu sama, yaitu 3 tahun. Tetapi perbedaannya adalah pada cara perpanjangannya. Pada Ahli K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)  Kemenaker, dokumen yang harus diperpanjang dalam rentang selama 3 tahun sekali adalah dokumen SKP (Surat Keputusan Penunjukan) dan Lisensi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).

Dalam perpanjangan dokumen ini seorang Ahli K3 Umum tidak harus mengikuti ujian ulang (hanya mengajukan permohonan dengan persyaratan berupa dokumen, berdasarkan permenaker no. 2 tahun 1992 pasal 7).

Manfaat Memiliki Sertifikasi BNSP Maupun Sertifikat Kemnaker

Manfaat memiliki sertifikasi BNSP
Manfaat memiliki sertifikasi BNSP

Di jaman Globalisasi ini saingan dunia industri kian hari kian meningkat dan banyak kompetisi baik kompetisi itu terjadi dari bermacam-macam bidang bisnis. Untuk bisa berlomba-lomba dalam bisnis serta meraih kondisi yang unggul di dunia usaha pada era globalisasi ini, bagi setiap individu dituntut harus mampu memperoleh keterampilan dan keahlian yang terbukti dan diakui secara hukum.

Tiap-tiap sumber daya manusia apabila dapat mempelajari sebagian besar keterampilan dan keahlian yang ada di bidang profesi yang ditekuninya, serta dengan adanya pengakuan yang sah menurut hukum kalau benar orang itu profesional, bisa jadi orang tersebut berkesempatan menemukan karier yang lebih mudah, bahkan untuk posisi di dalam dunia usaha selanjutnya pun maka bukan tak mungkin akan lebih meningkat.

Untuk mewujudkan rencana tersebut, maka negara menyelenggarakan dan juga mendirikan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang berperan dalam melakukan program sertifikasi profesi BNSP. Sertifikat BNSP ini nantinya dapat berperan menjadi acuan dan data valid bahwa yang berhubungan memang berkompeten di bidang profesinya, untuk sertifikasi profesi BNSP yang didapat pun terakreditasi menurut hukum dan diakui oleh negara.

Sertifikasi profesi BNSP bukan hanya bisa digunakan untuk mencari pekerjaan dalam negeri saja, tapi dapat difungsikan untuk mencari kesempatan berkarier hingga ke tingkat internasional, karena sifatnya sudah nasional.

BNSP sendiri dibentuk dengan fungsi untuk memajukan dan meningkatkan rekognisi daya saing tenaga kerja di berbagai bidang usaha. Sertifikasi profesi BNSP hanya mempunyai dua ketentuan, yaitu Kompeten atau Belum Kompeten.

Usaha untuk mendapatkan sertifikasi profesi pun tidak sesimpel memperoleh sertifikasi seperti pada umumnya, usaha untuk memperoleh sertifikasi BNSP ini peserta akan diuji dengan melewati beberapa proses. Apabila peserta tersebut memperoleh hasil nilai yang cukup dan lulus dari ketentuan, maka akan ditetapkan lulus dan akan diberikan sertifikasi BNSP.

Dibalik keruwetan ujian untuk memiliki sertifikat BNSP tersebut, ada banyak manfaat yang bisa didapatkan, apa saja itu, mari simak ulasan berikut ini:

  1. Menambah Rasa Percaya Diri

Untuk yang baru terjun di dunia Industri, sertifikasi profesi BNSP bisa menambah rasa percaya diri dalam mencari pekerjaan. Karena telah tersertifikasi maka artinya tenaga kerja tersebut sudah teruji memiliki pengetahuan yang telah diakui oleh asesor profesional yang terakreditasi dan memiliki lisensi BNSP.

Hal ini akan menjadikan suatu kelebihan bagi pihak perusahaan, meskipun dia adalah lulusan baru yang belum punya pengalaman sama sekali.

Selanjutnya untuk karyawan tetap, dengan mendapatkan sertifikat BNSP juga dapat menambah rasa percaya diri saat melakukan pekerjaan. Dengan keahlian yang telah terakreditasi maka bisa meningkatkan kepercayaan diri bahwa ia dapat mengerjakan perkerjaannya dengan lancar.

  1. Mengetahui Tingkatan Kemampuan Dan Keahlian Yang Dimiliki

Sertifikasi BNSP menyatakan soal keterampilan seseorang dari bidang profesi yang dilakoninya. Hasil yang diperoleh bisa menyadarkan Anda bahwa keahlian yang didapatkan masih kurang atau telah sesuai standar. Bila belum kompeten, berarti Anda masih belum kompeten jadi Anda perlu harus meningkatkan kemampuan lagi.

Apabila telah kompeten bukan berarti Anda boleh berhenti belajar, melainkan Anda masih memiliki lebih banyak harapan lagi untuk berkembang untuk memperbesar karier Anda. Dan agar terus melatih kemampuan supaya keahlian tersebut tidak tumpul.

  1. Memperluas Peluang Untuk Mengembangkan Diri

Salah satu cara untuk mendorong peningkatan profesidi dunia bisnis yakni dengan mendapatkan sertifikasi BNSP.

Sertifikasi kompetensi profesi BNSP sudah ada pada tingkat Nasional, hal itu juga berlaku dan bisa digunakan di tingkat internasional. Ini bisa memacu pekerja untuk mendongkrak kemajuan kemampuan dan keterampilan ke jenjang yang lebih tinggi.

Anda akan memperoleh lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan karier Anda menjadi yang lebih unggul di perusahaan karena keterampilan Anda dilihat lebih baik di bandingkan yang lainnya.

  1. Memudahkan Pihak Perusahaan Dalam Merekrut Tenaga Kerja Yang Lebih Ahli

Program sertifikat BNSP pastinya juga memiliki manfaat kepada perusahaan, yakni untuk mempermudah perusahaan dalam proses penyeleksian karyawan baru. Pihak perusahaan akan lebih mudah memilih sikap mana yang memiliki kinerja yang lebih baik.

Seseorang yang memperoleh sertifikasi dari pelatihan BNSP, maka ia dinilai lebih mengetahui pekerjaan yang akan diberikan, terlebih jika ia sudah memperoleh sertifikasi profesi BNSP.

Dengan adanya sertifikasi BNSP menunjukkan bahwa keahlian yang didapatkan di atas rata-rata, dan telah terbukti secara Nasional. Keterampilan dan keahliannya hanya perlu diasah seperlunya menyesuaikan dengan tugas yang di berikan perusahaan.

  1. Menambah produktivitas kerja

Sertifikasi profesi BNSP adalah bukti bahwa kecakapan dan keahlianAnda sudah diakui oleh negara bahwa Anda berkompeten dalam bidang profesi yang Anda geluti. Sebelum menjalankan uji kompetensi, lembaaga sertifikasi baiknya melaksanakan pelatihan untuk calon peserta sebelum uji kompetensi dilakukan.

Training sertifikasi tersebut berfungsi untuk meningkatkan dan mempersiapkan keahlian dan kemampuan calon peserta agar dapat lulus dalam uji kompetensi dan bisa mengerjakan tugasnya dengan baik.

Bagi pihak perusahaan, karyawan yang berhasil lulus uji kompetensi oleh lembaga sertifikasi profesi, artinya memiliki produktifitas kerja yang lebih unggul. Dirinya dinilai lebih cekatan dalam mengerjakan tugasnya secara tepat dan lebih kecil dalam melakukankesalahan dalam menjalankan pekerjaan.

Itulah manfaat jika berhasil mendapatkan sertifikasi BNSP. Keinginan untuk terus maju mengembangkan karier haruslah tetap ditingkatkan agar keterampilan yang diperoleh tidak sia-sia.

Agar dapat lulus dalam ujian kompetensi untuk mempunyai sertifikasi profesi berlisensi BNSP ini, dianjurkan tenaga kerja sebelumnya untuk berpartisipasi pelatihan-pelatihan atau training dalam persiapan melaksanakan ujian kompetensi dengan pelatih atau Trainer yang berkompeten dalam bidangnya.

Kami punya referensi untuk Anda, PT CATRA INDO GROUP dapat menjadi solusi terbaik yang bisa Anda pilih. PT CATRA INDO GROUP adalah lembaga yang memberikan berbagai pelatihan sertifikasi profesi untuk berbagai bidang berlisensi BNSP

PT CATRA INDO GROUP sebagai pusat informasi dan pelatihan vokasi berbasis kompetensi dengan sertifikasi BNSP dan uji kompetensi BNSP oleh Asesor yang ahli dan berpengalaman di bidangnya yang juga telah mendapat lisensi dari BNSP.

Hubungi kami:

PT. CATRA INDO GROUP

Ruko Moksa 1, Jalan Raya Purwomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta

Telp. 0274-4541881, Fax 0274-4541881

WA/CALL 0822 1326 2092

Website: www.catraindogroup.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *